BANKAI

Rabu, 14 Agustus 2013

Manfaat Wudhu

MANFAAT WUDHU DAN SHOLAT DARI SEGI KESEHATAN MODERN

MANFAAT WUDHU DAN SHOLAT DARI SEGI KESEHATAN MODERN
Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya “ Ketika Dokter Memaknai Sholat “ mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis? Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.

WUDHU
a. Manfaat secara umum
Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban.
Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit.
Kalau kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman. Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.
Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20,sebagaimana kita tahu jepang membutuhkan 100 tahun untuk membiasakan cuci tangan, kapanye2 cuci tangan juga sedang gencar2nya di media massa, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa!

b. Keutamaan Berkumur –kumur
Berkumur –kumur berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan ( dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut.
Penelitian modern membuktikan bahwa berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan menjaga gusi dari luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan gigi dengan menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi setelah makan. Manfaat berkumur lainnya yg juga penting adalah menguatkan sebagian otot-otot wajah dan menjaga kesegarannya. Berkumur merupakan latihan penting yang diakui oleh pakar dalam bidang olahraga, karena berkumur jika dilakukan dengan menggerakkan otot-otot wajah dengan baik dapat menjadikan jiwa seseorang tenang.

c. Istinsyaq
Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan.
Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah.
Penelitian ilmu modern yang dilakukan oleh tim kedokteran Universitas Aleksandria membuktikan bahwa kebanyakan orang yg berwudhu secara kontinyu, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu, bakteri dan mikroba. Tidak diragukan lagi bahwa lubang hidung merupakan tempat yg rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan membasuh hidung secara kontinyu den melakukan istinsyaq (memasukan dan mengeluarkan air ke dan dari hidung di saat berwudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan terbebas dari radang dan bakteri, dan ini mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Proses ini dapat menjaga manusia akan bahaya pemindahan mikroba dari hidung ke anggota tubuh yg lain
d. Membasuh Wajah dan Kedua Telapak Tangan
Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sampai ke siku memiliki manfaat yang sangat besar dalam menghilangkan debu dan mikroba, lebih dari membasuh hidung. Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sanpai ke siku juga daat menghilangkan keringat dan permukaan kulit dan membersihkan kulit dari lemak yg dipartisi oleh kelenjar kulit, dan ini biasanya menjadi tempat yg ideal untuk berkembang biaknya bakteri.
Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita
e. Membasuh Kedua Telapak Kaki
Membasuh kedua telapak kaki dengan memijat secara baik danpat mendatangkan perasaan tenang dan nyaman, karena telapak kaki merupakan cerminan seluruh perangkat tubuh. Orang yang berwudhu seakan-akan memijat seluruh tubuhnya satu-persatu, padahal ia hanya membasuh kedua telapak kakinya dengan air dan memijatnya dengan baik. Ini merupakan salah satu rahasia timbulnya perasaan tenang dan nyaman yang dirasakan oleh seorang muslim setelah berwudhu
MANFAAT GERAKAN SHOLAT
a. Berdiri lurus
Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang.
b. Takbir
Takbir merupakan latihan awal pernapasan, Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.
c. Ruku
Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.
d. Sujud
Sujud Mencegah Wasir, mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud. Selain itu sujud adalah manifestasi ketotalan kita dalam berpasrah diri kepada Allah, bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, seorang hamba yang sudah bisa menikmati sholatnya, maka jiwanya dalam titik nol, dalam kondisi yang paling pasrah dan stabil, seseorang yang dilanda stres akan terlepas segala beban di jiwa dalam posisi ini.selain secara fisik otot2 leher yang kaku karena stres akan diulur, sehingga seorang hamba yang beriman dan pandai memaknai sholatnya tidak akan pernah dilanda keputusasaan (Stress)

e. Duduk antara 2 sujud
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.


f. Salam
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Sholat Lebih Canggih dari Yoga “Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab : “Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bersabda : “Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala kesalahan mereka”. (H.R Abu Hurairah r.a).
Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuan hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul.
Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman.
Ajaran Muhammad begitu mulia dan ilmiah, beliau bukan saja dokter ruhani tapi lebih dari itu, adalah seorang dokter modern.pemimpin negara, pemimpin dunia dan akhirat,ahli strategi perang. Meski banyak orang yang membenci,menghina,mencemooh (karena kebodohan dan ketidak tahuan tentangmu) tapi itu semua tidak akan mengurangi kemuliaannya [pen].
( dikutip dari : Tabloid Nurani )
Anantomi Gerakan Wudhu Menurut Pandangan Medis
1. Rahasia Jumlah Tulang Manusia dan Ritual Wudhu
Jumlah tulang manusia dewasa ada 206 ruas (Henry Netter, 1906).Akan tetapi secara embriologis pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan itu ada 350-an pusat penulangan (Leslie Brained Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat –pusat penulangan yang menyatu, membentuk tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun. Dalam kajian penulis, didapatkan adanya rahasia matematis tersebut. Ada dua premis (dari hadits dan atsar) :
a. Apabila kamu ditimpa demam satu hari, kemudian kamu bersabar, kamu akan mendapat pahala seperti ibadah satu tahun (Atsar dari Ali bin Abi Thalib)
b. Tiap – tiap ruas tulang anak adam itu ada sedekahnya setiap harinya (HR Bukhari Muslim, termasuk Hadits Arbain)
Dari dua premis tersebut dapat dihubungkan, bahwa tubuh ini mengandung sejumlah tulang yang mendekati bilangan hari dalam setahun. Tulang – tulang penyusun anggota wudhu jumlahnya tertentu,
dikalikan masing – masing dengan jumlah kali pembasuhan pada ritual wudhu, akan menghasilkan sama dengan bilangan keseluruhan jumlah tulang manusia.
Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian – bagian tubuh yang dibasuh saat wudhu :
a. Lengan dan tangan : 30 buah
b. Tungkai dan kaki : 31 buah
c. Wajah : 12 buah
d. Rongga mulut dan hidung : 41 buah
e. Kepala : 12 buah

Bagian tubuh poin a – d dijumlahkan menghasilkan angka 114. Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena pembasuhan waktu melakukan wudhu sebanyak 3 kali, menghasilkan angka 342. Poin e tidak dikalikan 3 karena memang hanya dibasuh 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12, didapatkan angka 345, yakni sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun hijiriyah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia.
2. Wudhu dan Aliran Darah Perifer
Dalam hadits riwayat empat Imam (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad Hambali) diterangkan
“Sempurnakanlah dalam berwudhu dan gosoklah sela – sela jari kalian...” perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela – sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela – sela jari itu sudah barang tentu memperlancar
aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari – jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi.
Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela – sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 – 230 ujung saraf peraba.
3. Titik – titik penting terdapat di Anggota Wudhu
Kita dapat memahami bahwa anggota wudhu yang dibasuh adalah bagian – bagian tubuh yang biasanya banyak bersentuhan dengan dunia luar. Bagian – bagian tersebut umumnya tidak tertutup pakaian, abhakan memang menjadi alat kontak tubuh kita dengan lingkungan, sehingga paling banyak mengalami kontaminasi (kotoran), dan oleh karena secara logis paling perlu dibasuh. Inilah aspek higine dalam ritual wudhu.
Disisi lain, daerah ujung lengan (siku ke bawah) dan ujung tungkai
(lutut kebawah) terdapat titik – titik penting dalam akupuntur. Seluruh organ bagian dalam memiliki lima buah titik penting apabila dilakukan stimulasi akam memperbaiki fungsinya. Beberapa gangguan fungsi organ juga bisa dinormalkan dengan cara menstimulasi titik – titik penting tersebut.
“berwudhu dan gosoklah sela – sela jari kalian...”
perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela – sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela – sela jari itu sudah barang tentu memperlancar aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari – jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi.
Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela – sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 – 230 ujung saraf peraba.
4. Ear Acupunture
Akupuntur telinga berkembang menjadi suatu cabang spesialis kedokteran di China. Menurut ilmu akupuntur telinga adalah representasi dari tubuh manusia. Bentuk telinga serupa dengan bentuk tubuh saat masih berupa janin yang meringkuk dalam rahim ibu. Kepalanya adalah bagian sering dipasan anting. Daerah lubang adalah rongga tubuh tempat tersimpanya organ – organ dalam. Melakukan stimulasi seperti wudhu akan berpengaruh baik terhadap fungsi organ dalam. Adapun lingkaran luar menggambarkan punggung. Pemijatannya juga seakan – akan melakukan stimulasi daerah punggung dan ruas – ruas tulang belakang.
Ilmu Brain Gym juga menjelaskan gerakan pasang telinga. Caranya, telinga digosok – gosok sendiri dengan lembut, hingga timbul warna kemerahan dan dirasakan dengan sensasi yang lebih hangat. Metode ini menambah konsentrasi dan daya serap belajar anak disekolah. Akibatnya prestasi juga meningkat. Sebaiknya anak – anak diajari untuk melakukan ini secara sadar, saat memulai belajar, baik di sekolah maupun dirumah
· Dirangkum dari Buku Mukjizat Gerakan Sholat oleh dr. Sagiran, M.Kes, Sp.B
· Selengkapnya ada juga ANANTOMI GERAKAN SHOLAT MENURUT PANDANGAN MEDIS

Sabtu, 31 Maret 2012

Acne

There are few things that we think about as much as we think about our faces. Our hair may come in a close second, but most are concerned with how they look when they are meeting people and talking with them face to face. It’s not really all about vanity either, it’s just a matter of looking nice and feeling presentable. It doesn’t matter who you are, your looks and how you feel about them are going to affect your every day life. If you have problems with acne, this is going to be on your mind most of the time. This is when finding great acne skin care is something that might help take your mind off your face and on to more important issues.

When thinking of acne skin care, some may tell you to watch your diet. While you may think that grease, fatty foods, and chocolate contribute to your acne problems, you can stop worrying so much. Those things have nothing to do with it and are in no way attached to any acne problem that you may have. The real culprit can be and is probably your hormones, and there really isn’t much that you can do about that. This means that acne skin care must be about lotions and potions for your face, but you don’t really have to think about your diet in regards to this condition.

There are some rather inexpensive acne skin care things that will work for you, but you do have to be diligent in their use. You can use any number of skin care products on the market that are meant to clean the skin. Though having clean skin will not take care of all of the problems, it can lead to less acne in the long run. Clean your face at least twice a day, and use a lotion that promises it does not add to acne woes. The moisturizer is essential because the cleaners will dry out your skin and that can lead to other problems.

You can also find other types of acne skin care that are more expensive, but if they have a large following, it might just be because they work. ProActive comes to mind, but I can’t personally say whether it works or not. I do know that it has been around for a while and is still a good seller, so that does say something about the produce. There are many other things you can try as well, and you may need to talk with a doctor about what acne skin care would be the best for you. In some cases, your acne may require a prescription for relief.

All About Dogs


There is no incongruity in the idea that in the very earliest period of man's habitation of this world he made a friend and companion of some sort of aboriginal representative of our modern dog, and that in return for its aid in protecting him from wilder animals, and in guarding his sheep and goats, he gave it a share of his food, a corner in his dwelling, and grew to trust it and care for it. Probably the animal was originally little else than an unusually gentle jackal, or an ailing wolf driven by its companions from the wild marauding pack to seek shelter in alien surroundings. One can well conceive the possibility of the partnership beginning in the circumstance of some helpless whelps being brought home by the early hunters to be tended and reared by the women and children. Dogs introduced into the  home as playthings for the children would grow to regard themselves, and be regarded, as members of the family

In nearly all parts of the world traces of an indigenous dog family are found, the only exceptions being the West Indian Islands, Madagascar, the eastern islands of the Malayan Archipelago, New Zealand, and the Polynesian Islands, where there is no sign that any dog, wolf, or fox has existed as a true aboriginal animal. In the ancient Oriental lands, and generally among the early Mongolians, the dog remained savage and neglected for centuries, prowling in packs, gaunt and wolf-like, as it prowls today through the streets and under the walls of every Eastern city. No attempt was made to allure it into human companionship or to improve it into docility. It is not until we come to examine the records of the higher civilisations of Assyria and Egypt that we discover any distinct varieties of canine form.

The dog was not greatly appreciated in Palestine, and in both the Old and New Testaments it is commonly spoken of with scorn and contempt as an "unclean beast." Even the familiar reference to the Sheepdog in the Book of Job "But now they that are younger than I have me in derision, whose fathers I would have disdained to set with the dogs of my flock" is not without a suggestion of contempt, and it is significant that the only biblical allusion to the dog as a recognised companion of man occurs in the apocryphal Book of Tobit (v. 16), "So they went forth both, and the young man's dog with them."

The great multitude of different breeds of the dog and the vast differences in their size, points, and general appearance are facts which make it difficult to believe that they could have had a common ancestry. One thinks of the difference between the Mastiff and the Japanese Spaniel, the Deerhound and the fashionable Pomeranian, the St. Bernard and the Miniature Black and Tan Terrier, and is perplexed in contemplating the possibility of their having descended from a common progenitor. Yet the disparity is no greater than that between the Shire horse and the Shetland pony, the Shorthorn and the Kerry cattle, or the Patagonian and the Pygmy; and all dog breeders know how easy it is to produce a variety in type and size by studied selection.

In order properly to understand this question it is necessary first to consider the identity of structure in the wolf and the dog. This identity of structure may best be studied in a comparison of the osseous system, or skeletons, of the two animals, which so closely resemble each other that their transposition would not easily be detected.

The spine of the dog consists of seven vertebrae in the neck, thirteen in the back, seven in the loins, three sacral vertebrae, and twenty to twenty-two in the tail. In both the dog and the wolf there are thirteen pairs of ribs, nine true and four false. Each has forty-two teeth. They both have five front and four hind toes, while outwardly the common wolf has so much the appearance of a large, bare-boned dog, that a popular description of the one would serve for the other.

Nor are their habits different. The wolf's natural voice is a loud howl, but when confined with dogs he will learn to bark. Although he is carnivorous, he will also eat vegetables, and when sickly he will nibble grass. In the chase, a pack of wolves will divide into parties, one following the trail of the quarry, the other endeavouring to intercept its retreat, exercising a considerable amount of strategy, a trait which is exhibited by many of our sporting dogs and terriers when hunting in teams.

A further important point of resemblance between the Canis lupus and the Canis familiaris lies in the fact that the period of gestation in both species is sixty-three days. There are from three to nine cubs in a wolf's litter, and these are blind for twenty-one days. They are suckled for two months, but at the end of that time they are able to eat half-digested flesh disgorged for them by their dam or even their sire.

The native dogs of all regions approximate closely in size, coloration, form, and habit to the native wolf of those regions. Of this most important circumstance there are far too many instances to allow of its being looked upon as a mere coincidence. Sir John Richardson, writing in 1829, observed that "the resemblance between the North American wolves and the domestic dog of the Indians is so great that the size and strength of the wolf seems to be the only difference.

It has been suggested that the one incontrovertible argument against the lupine relationship of the dog is the fact that all domestic dogs bark, while all wild Canidae express their feelings only by howls. But the difficulty here is not so great as it seems, since we know that jackals, wild dogs, and wolf pups reared by bitches readily acquire the habit. On the other hand, domestic dogs allowed to run wild forget how to bark, while there are some which have not yet learned so to express themselves.

The presence or absence of the habit of barking cannot, then, be regarded as an argument in deciding the question concerning the origin of the dog. This stumbling block consequently disappears, leaving us in the position of agreeing with Darwin, whose final hypothesis was that "it is highly probable that the domestic dogs of the world have descended from two good species of wolf (C. lupus and C. latrans), and from two or three other doubtful species of wolves namely, the European, Indian, and North African forms; from at least one or two South American canine species; from several races or species of jackal; and perhaps from one or more extinct species"; and that the blood of these, in some cases mingled together, flows in the veins of our domestic breeds.

Collecting Something is Fun


Collecting is a fun hobby, and one of the most interesting things to collect are art collectibles.  Many different items can be painted with artwork and become an art collectible.  Hobby enthusiasts collect such things as saw blades, and wooden eggs which have had artwork painted on.  People even collect designer rugs as art.  Another art collectible hobby is collecting limited edition plates, thimbles, Christmas ornaments, and figurines produced by such companies as Bradford Exchange.  And of course, many people collect fine art paintings.

The person with an art collectible hobby will probably find his or her own favorite artists whose works they appreciate.  They can choose to focus on one particular artist, either past or present, or they can choose from the works of many artists.  On the other hand, they may collect art and art objects around a theme they enjoy, such as cigars, wild animals, or piano music.

One may think of an art collector as a rich person who has the money to spend hundreds of thousands of dollars on an original Van Gogh.  A person of more modest means can collect art too, however.  Post cards are a good place to start.  Most art museum gift shops offer high quality, glossy postcards printed with some of their more notable acquisitions.  By buying those cards one really appreciates, anyone can have an art collection.

Ebay is a good source of art collectibles whatever type of art or collectible you fancy.  In fact, if you are just starting out, the choices and options can be overwhelming!  Just remember that you can sell your own belongings as well as buying those of others.  This should make the impact on the budget a little less powerful.  Other ideas for inexpensively collecting art collectibles are scouring flea markets, thrift shops, and garage sales.  You never know what treasure someone else may be getting rid of.

One nice thing about art collectibles is that artists can be found in every part of the world.  The art collector should scout the local art shows, museums, and artist's hangouts to find out just what sort of talent can be had less expensively and close to home.  Because of the local flavor of some artwork, art collectibles make good travel souvenirs.  For instance, the artist Linda Barnicott specializes in paintings of scenes, buildings, and landmarks found around  Pittsburg, Pennsylvania.  Similarly, collectors can find local artist almost everywhere.

An art collectible hobby will keep you interested in life and give you a home filled with art masterpieces as well.  If you enjoy pretty and interesting things around you, consider starting an art collectible hobby today.

Jumat, 30 Maret 2012

Happy Cooking




Far too often we get caught up in the necessity of cooking in order to eat and forget the absolute joy that can be found through the act of cooking. Of course this isn’t limited to stovetop cooking. There are many men and women around the world who find baking to be an extremely pleasurable pastime in addition to traditional stovetop cooking or even barbecuing on a grill. The main distinction occurs in how you perceive your cooking projects.

How Do Your View Cooking?

While this question is asked somewhat rhetorically, it is a question you should ask yourself and answer. Do you view cooking as a chore or duty or do you view it as a project? There is something much more exciting about embarking on a new project than getting around to a loathsome chore. If you do view cooking as a chore the more important question might be why?

Some common reasons that people dislike cooking include the following: lack of skill, lack of confidence, boredom, or you could simply dislike the inevitable clean up far more than you enjoy the process of cooking. For each of these, there are solutions if you are willing to make the effort.

A lack of skill when it comes to cooking can be easily corrected in most cases by taking a few cooking classes. Classes are offered for varying degrees of skill sets and are meant to help you develop your cooking talents while teaching you the basics of meal planning and preparation. Just try to cook a simple breakfast, and for your lunch meal. Tray to add another material for your menus to improve your skill. You can increase your skills by taking more classes down the road.

While a lack of confidence is a little more difficult to address having a few ‘dinner parties’ in which your quests can compliment your culinary talents can often solve this particular dilemma. The key in this process is to plan your menu carefully and remain well within your comfort zone. You will be amazed at the wonderfully rich and delicious meals that can be prepared with very little effort if you are willing to sift through the recipe books in order to find them.

Boredom in the kitchen is perhaps one of the easiest problems to fix there is. The solution is exceedingly simple—find a challenge. Try cooking Asian cuisine or try to imagine your taste of recipes. Try more difficult recipes. Try making only meals from scratch or simply try broadening your use of spices and seasonings. There are many things you can do in order to bring some excitement back into your kitchen. You may even discover hidden talents and tastes in the process.

There will always be clean up. My suggestion is to make a deal with either your partner or your children and they can draw straws over who cleans up. Of course if this won’t work in your family, you could always turn over a new leaf and clean as you go whenever possible. This makes the clean up process after dinner so much simpler to handle that it is well worth a few extra minutes during meal prep.

Cooking for pleasure is really the only way to cook. If you have difficulties when it comes to finding the enjoyment and entertainment value of cooking, perhaps it’s time you bring some fun back into your kitchen. If you’re barbecuing, put on some Jimmy Buffet and dance around your kitchen. If you’re cooking Italian find some nice Italian music to set the mood. Bring the fun back into your kitchen and you will find that cooking is a pleasure rather than a chore.